Wali Kota Cimahi Letkol. Purn Ngatiyana pimpin upacara peringatan HUT KOTA CIMAHI Ke 25
HASANAH.ID – CIMAHI. Kota Cimahi peringati Hari Ulang Tahun yang ke-25 tepat pada tanggal 21 Juni 2026.
Rangkaian peringatan dimulai sejak pertengahan Juni lalu hingga puncaknya pada 21 Juni yang dilaksanakan di Alun-alun Kota Cimahi dengan berbagai macam kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Cimahi dan pembukaan festival rakyat.
Ada hal yang menarik dan menjadi perhatian dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Cimahi yaitu saat Wakil Wali Kota Cimahi dan Ketua DPRD Kota Cimahi yang dianggap mengabaikan peran para pendiri Kota Cimahi dalam pidato resminya.
Sejumlah tokoh masyarakat menganggap hal tersebut tidak menghargai para pelaku sejarah berdirinya Kota Cimahi.
Seperti disampaikan Ketua Umum LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara), Andi Halim, yang mengaku kecewa dan melayangkan kritik keras terhadap Ketua DPRD dan Wakil Wali Kota Cimahi karena dinilai mengabaikan peran para pendiri kota dalam pidato mereka.
Andi Halim yang hadir langsung dalam acara tersebut menyampaikan rasa kecewanya. Menurutnya, ada kejanggalan besar yang kontras terlihat selama jalannya acara formal tersebut.
Padahal lanjut Andi, Ia mengapresiasi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi yang dengan penuh semangat memaparkan histori panjang Cimahi, mulai dari era Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels saat pembangunan Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan. Namun, apresiasi sejarah itu justru tidak tercermin dalam pidato Ketua DPRD dan Wakil Wali Kota.
”Wakil Wali Kota dan Ketua DPRD seolah-olah tidak peduli terhadap pendiri Kota Cimahi. Ini saya pikir kurang baik. Selaku pimpinan, tidak menghargai pendiri Kota Cimahi dan tidak menghargai sejarah itu tidak benar,” ujar Andi Halim.
Abaikan Tokoh Pendiri Sekber Cimahi Otonom yang Hadir
Hal yang paling disayangkan oleh Andi adalah kehadiran para tokoh penting pendiri Sekretariat Bersama (Sekber) Cimahi Otonom, salah satunya adalah H D. Oland Siswanto, SH. S.Sos selaku Ketua sekber otonom saat ini, yang tengah berada di dalam ruangan rapat, namun sama sekali tidak disapa atau disebut dalam pidato resmi kedua pejabat tersebut.
Andi menegaskan bahwa sebagai pemimpin yang mewakili masyarakat di forum tertinggi daerah, sudah sepatutnya mereka mengingat dan menghormati jasa para pejuang otonomi daerah yang hingga kini figurnya masih ada.
“Ini adalah contoh dari orang-orang yang tidak menghargai sejarah berdirinya Kota Cimahi,” katanya.
Sementara, salah satu tokoh pejuang Cimahi Otonom Gleen Bakrie, ketika menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Cimahi, Sabtu 21/6/2026 mengapresiasi atas undangan paripurna, juga “menepuk” DPRD dan Pemerintah Kota Cimahi agar cita-cita pendiri Cimahi benar-benar dirasakan warga, bukan hanya pejabat.
Gleen menilai kondisi DPRD dan Pemkot Cimahi saat ini sudah sejahtera. Gedung dewan berdiri megah di Alun-alun, serta kantor pemerintahan yang ada di Cihanjuang.
“Saya menilai DPRD dan Pemerintah Kota Cimahi sudah sejahtera. Mudah-mudahan yang terwakili oleh DPRD Kota Cimahi, yakni masyarakat Kota Cimahi, ikut menikmati seperti apa yang dinikmati DPRD dan Pemkot Cimahi,” ujar Gleen.
Gleen mengaitkan dengan cita-cita awal pembentukan Kota Cimahi.
“Perlu diingat, cita-cita para pendiri Kota Cimahi adalah ikut serta memakmurkan masyarakat Kota Cimahi atas terbentuknya Cimahi menjadi Kota. Kota Cimahi bukan untuk siapa-siapa lagi, namun Cimahi sekarang untuk masyarakat Kota Cimahi itu sendiri,” tegasnya.**
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.